Minggu, 22 September 2013

Kata-Kata Mutiara Crows Zero 1&2

Bagi para gagak, penggemar Crows Zero, ini saya persembahkan kata-kata mutiara dari film kesayangan anda Crows Zero 1 dan Crows Zero 2 dan juga sedikit dari manga Crows seperti yang sudah pernah saya posting sebelumnya.

[+]kata-kata mutiara film Crows Zero 1

Masa muda adalah anugerah dalam hidup. Buat masa mudamu penuh kenangan dan penuh arti.

Masa muda hanya sekali seumur hidup. Gunakanlah dengan baik.

Pasti rasanya kesepian pindah ke sekolah baru di tahun ketigamu.

Kau memang banyak omong.

Sikap laki-laki sejati bukanlah seperti itu.

Aku bukan kau. aku akan berhasil. seperti apa yang ayah harapkan terhadap anaknya.

Aku akan melakukanya lebih baik darimu.

Kau terlalu lemah untuk mengalahkannya.

Butuh sesuatu yang lebih dari sekedar pukulan hebat untuk mengambil alih sekolah seperti Suzuran.

Sebagai contoh, butuh sifat kepemimpinan dan sosok seorang pahlawan. Apa lagi? Diplomasi. Dan persepsi yang tajam. Itu semua mempengaruhi berbagai hal.

Bisakah kau berhenti bertindak kurang ajar?

"Akan kutunjukkan bagaimana impian kalian terwujud"

Menurutmu, mungkinkah sesuatu akan berubah antara kita suatu hari nanti?

Sebaiknya kau hentikan pertarungan tak berguna ini.

Kami tak akan mengibarkan bendera putih tanpa bertarung.

Sebagai alumni SMP dan juga sebagai kakak kelasmu. Kau membuatku bangga.

Persaingan sangat ketat di sini.

Kau memang bodoh. Tidak ada yang namanya jujur dalam peperangan.

Aku kira aku sudah memberimu peluang.

Aku belum selesai, bodoh!

Kau tahu hal apa yang paling aku benci? Yaitu Lelaki yang membawa pisau lalu mengancam perempuan.

Tidakkah "The School Of Crows" mengajarimu sesuatu?

Beginilah kenyataan perang yang sesungguhnya.

Jika kemungkinannya hanya 30 persen, Maka aku akan pertaruhkan 100 persen hidupku.

Hanya kau yang mampu melakukannya. Percayalah.

Ayolah. Kau mampu melakukannya! Kau pernah mengatakan itu!

Kaulah yang akan mewujudkan impianku!

Lupakan aku! Jadilah lelaki sejati. OK?

Jadilah lelaki sejati. Kau harus bisa melalui semua ini.

Dengar. Aku datang ke Suzuran untuk melampaui orang tuaku.

Tak ada jalan untuk kembali lagi sekarang.

Aku sudah mulai paham apa makna persahabatan.

Aku iri dengan kalian. Menjalani kehidupan dengan begitu sempurna. Membuatku terharu dengan kebahagiaan.

Genji !, Jadilah yang terbaik!


Aku menghabiskan hidupku dengan bersembunyi. Aku mau semua berakhir dengan kejujuran pada diri sendiri.

Kalau itu yang dia mau, itulah yang kita lakukan.

Aku lebih memilih di buat babak belur dari pada melakukan hal seperti ini!

"Untuk Genji. Kejayaan adalah milikmu. Terbanglah! Terbanglah yang tinggi!"

Lelaki itu telah memilih jalan ini. Dia ingin menebus kesalahannya sendiri.

Sulit dipercaya. Jumlah mereka sedikit tetapi mampu memberi perlawanan sengit.

Jika aku tidak bertemu denganmu, hidupku pasti benar-benar akan sia-sia.

[Kau takkan mampu.
Walaupun kau kalahkan Serizawa...
Akan selalu ada orang-orang baru yang lebih kuat.
Inilah Suzuran.
Kau bertarung dan bertarung...
sampai kemudian kau tamat sekolah.
Menaklukkannya Suzuran hanyalah mimpi.]



[+] kata-kata mutiara film Crows Zero 2

Jika dia mengalahkan Rindaman, takkan ada yang bisa melawannya.

Tapi sepertinya kekuatannya sudah sampai batasnya. Meski begitu, dia terus menantang Rindaman.

Kau bebas sekarang. Berjuanglah.

Bukan kau yang boleh memutuskan. Tapi aku!

Kalau kau menghalangi, kami akan menghajarmu juga!

Hey kalian orang-orang bodoh!

Hey botak! Sampaikan salamku untuk ibumu!

Apa kau tahu apa yang barusan kau lakukan?

Jangan membuatku tertawa, kau cuma bocah.

kau selalu menahan diri saat bertarung. Tapi kalau melawan Suzuran, lakukan saja sesukamu.

Apa kau bodoh?!

Ini bukan situasi yang bisa kau menangkan sendiri.

Saat aku mengalahkan Rindaman, Suzuran akan kusatukan. Setelah itu tak ada lagi yang akan menghalangiku.

Tokio! Berhentilah mengoceh. Kau baru operasi otak. Kalau tidak hati-hati, kau bisa mati.

Seperti itulah laki-laki sejati!

Semua yang kalian lakukan tidak berguna.

Setidaknya lebih enak daripada makanan di penjara.

Oh, kau masih ingat waktu di Suzuran, waktu kita suka berkelahi seperti orang bodoh?

Apa yang kau lakukan? Berpura-pura mati dan tinggal di tempat seperti ini?

Aku sangat menyesali perbuatanku...

Mungkin seharusnya kau kalah waktu itu.

Hey! Jangan macam-macam dengan kami!

Kalau begitu bersiaplah, karena kami tidak segan-segan.

Aku tidak akan kalah dari kalian!

Seriuslah sedikit, bodoh.

Hey! Apa yang kau pikirkan?

Kita sudah kalah, jadi kami akan ikut dengan yang menang!

Biar mereka lakukan sesuka mereka!

Hey, seharusnya kau bisa urus ini sendiri!

Aku sudah menunggu kalian muncul. AYO KITA SELESAIKAN!

Sikapmu tidak seperti laki-laki sejati!

Kau memang laki-laki sejati!

Jangan perlihatkan wajahmu padaku lagi.

Sejak aku masuk Suzuran, kau sudah jadi musuhku, tapi aku belum pernah menantangmu.

Jadi Yakuza tidak cocok untuk orang bodoh.

Dari sikapmu memang pantas jadi anak bos Yakuza!

Ayo! Kau takut? Apa kau pengecut?! Kau benar-benar pengecut, ya?!

Pukulan bagus. Tapi masih kurang. Kau harus lebih mengeluarkan perasaanmu! Tapi kau cuma mengandalkan kekuatan!

Emosi, emosi! Kau terlalu mudah panas! Jangan mudah emosi, tidak ada gunanya.

Berpikir sebelum bertindak, jangan cuma membabibuta.

Dalam hatiku, dia masih hidup!

Musuhmu bukan aku. Kalau kau menghancurkan semuanya, kau harus mulai lagi dari awal.

Mungkin seharusnya aku mati saja.

Jangan khawatir. Ini bukan masalah besar.

Baiklah. Akan kupukul kau. Jangan salahkan aku kalau kau mati!

Kalian semua, seharusnya diam saja!

Genji! Raihlah posisi puncak!

Ayo pergi! Akan kutunjukkan pada mereka kehebatan kita!

Semua sudah terjadi! Aku tak bisa membatalkannya!

Memang payah kalian brengsek! Kalian terlalu lembek! Kalu tidak melakukan ini, mereka tidak akan melawan!

Tatapan yang bagus! Kau akan jadi lawan yang menarik!

Akan kuhancurkan kalian!

Disini cukup bagus! Kalian akan kalah di kandang kalian sendiri!

"Ayo kita lakukan bersama-sama!"

Apa kau berharap aku memohon seperti itu?

[Tes tes.
Ini Takiya.
Aku tidak pandai untuk urusan seperti ini,
dan aku tidak tahu harus bicara apa.
Aku...
selalu ingin jadi kuat untuk melampaui ayahku.
Demi tujuan itu, aku datang ke Suzuran.
Tapi...
sekarang,
ayahku,
sedang di rumah sakit.
Aku...
selalu membeci ayahku.
Tapi dia menunjukkan padaku,
bagaimana bersikap sebagai lelaki.
Aku ingin percaya pada diriku.
Memang sulit bagiku,
memahami apa yang dipikirkan orang lain.
Besok,
aku akan menyerang Housen,
dan aku perlu kalian semua.
Pinjamkan aku kekuatan kalian.
Aku tidak meminta kalian bergabung denganku,
hanya...
pinjamkan kekuatan kalian.
Cuma itu.]

Diam dan dengarkan saja.

KALIAN SEMUA! BERSIAPLAH!

HENTIKAN!

Jadi ini yang kaupikirkan?!

[Kau seharusnya sudah belajar dari masa lalumu!
Memang benar manusia itu lemah.
Karena itulah kita harus berjuang dalam hidup.
Kita harus berjuang untuk menang!
aku tidak akan menyerah!
Tidak akan! Biarpun aku harus terluka!
Meski aku harus menderita atau mati!
Aku tidak akan menyerah sampai meraih kemenangan dalam hidup!
Jangan lari dari kenyataan!]

Terbanglah. Para Gagak!

Maaf, cuma ini yang bisa kulakukan.

Maaf, tapi ini bukan urusan kami.

Aku tidak seperti kalian. Maaf.

Kalau mau mati, pergi saja sendiri.

Tak mungkin dia bisa menang sendirian!

Kau bodoh, kalau kau pikir dia cuma sebatas itu!

Jangan sampai babak belur! Aku tidak mau harus menggendongmu pulang!

Urus saja dirimu sendiri!

Kau pikir kami akan membiarkanmu sok keren?

Bodoh! Pikirkan dirimu sendiri!

SIALAN! KAU PIKIR BISA MENGALAHKANKU!

Jadi kalian sudah sampai sini! Tapi kalian akan berakhir disini!

Kau bersiaplah. Dia lebih kuat dari yang kau kira.

Pertarungan jalanan dan bela diri itu beda. Kau sudah tamat!

KAU MASIH TIDAK MENGERTI! Lihat baik-baik.

Pemimpin seharusnya tidak babak belur begini.

Kurasa Suzuran akan jadi lebih menarik mulai sekarang!

"Tidak ada yang salah dengan seekor Gagak. Tidak ada yang salah dengan seekor Gagak. Dibandingkan burung yang terkurung dalam sangkar, Gagak jauh lebih baik. Bisa menjadi seperti Gagak sudah cukup bagiku."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar