Selasa, 22 Januari 2013

Alasan Monkey D Garp menjadi angkatan laut


Hampir semua yang berinisial D menjadi bajak laut,tapi kenapa Garp menjadi angkatan laut?
Jawabannya adalah karena Garp ingin melindungi keluarganya(Luffy dan Ace) dari angkatan laut itu sendiri. Selama ini orang yang memiliki inisial D selalu diangaap rendah oleh angkatan laut maupun Pemerintah Dunia,karena kejadian-kejadian 900 tahun yang lalu. Bahkan sangat banyak orang yang mati terbunuh hanya krena terdapat inisial D dalam namanya. Garp kecil sangat ketakutan akan hal itu dan dia jadi sangat bersyukur dengan keputusannya menjadi angkatan laut. Dia sering berpikir kalau saja dia bukan angkatan laut pasti dia sudah dibunuh dari dulu-dulu. Tapi Garp sadar kalau hanya dia yang menjadi Angkatan laut kelurganya akan tetap terancam bahaya,jadi dia terkadang sangat memaksakan kehendaknya agar Luffy dan Ace menjadi Angkatan Laut seperti dirinya(meskipun itu tidak pernah tercapai sih...). Entah apa yang akan dikatakan Roger kalu tahu anaknya akan dijadikan Marinir Angakatan Laut.....
Dan oh,ya...Garp juga sudah tidak mempedulikan Dragon putranya karena Dragon sendiri yang telah memutuskan hubungan keluarga dengannya.Bagi Garp kelurganya saat ini hanyalah kedua cucunya karena itu meskipun telah menjadi bajak laut Garp masih menyayangi kedua cucunya...

Tokoh berinisial D. dalam one piece

1. Monkey D Luffy, kapten dari Bajak Laut Topi Jerami yg merupakan penyandang D termuda.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2hUaae5cqrWZIzjt2doQQ-bPN-3zP6ztcMk6e-CMPZBV2lfaw85hO1H96uMW4miCauwF1oZhq4bzPerfHpIi_leORWmVJXDyjyLO1ZICVpHYjphxKC2Pma_w8jmzNP6k6vRBM6kUm3rw/s1600/Luffy.png

2. Monkey D Dragon, pemimpin pasukan revolusioner yg dikenal nantinya sebagai pasukan pemberontak.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5EtJ6nVQ6dgLGEtcZnhZr100jiDF-TinEZNLvy_QoqS1as4bblLoaENGLrCl5KTXZVlL-sBEKYWysgArvfKknjsTiEpGdoqQUBUCYMo2fzbk8a4iIy4i9iw-vtcOFTWiHORRwoZprg78/s1600/Dragon1.jpg


3. Monkey D Garp, admiral angkatan laut yg memiliki jabatan tepat dibawah Sengoku Sang Budha.


4. Marshall D Teach, mantan kapten divisi 4 Whitebeard yg menjadi kapten bajak laut Blackbeard. Salah seorang Shichibukai.
Marshall-D-Teach-Render-SV.png Marshal D Teach Render One Piece


5. Gold D Roger mati saat eksekusi di Logue Town saat berumur 22 tahun. Memilih menjalani eksekusi terbuka setelah diketahui mengidap penyakit yg parah. Merupakan raja bajak laut, kapten dari kru Oro Jackson.
http://th06.deviantart.net/fs71/PRE/i/2011/005/6/7/gold_d__roger_by_deiviscc-d36ij0w.png

6. Jaguar D Saul, 
mantan Laksamana angkatan laut yg mati saat berumur 20 tahun. Jaguar D Saul dibunuh oleh Laksamana Aokiji karena menghianati angkatan laut. Merupakan satu-satunya penyandang D dari kaum raksasa yg notabenenya bisa hidup sampai berumur 300 tahun.
http://media.animevice.com/uploads/0/4479/151552-saul089_large.jpg

7. Portgas D Rouge, istri Gold D Roger & ibu Portgas D Ace yg mati saat berumur 20 tahun. Portgas D Rouge mati ketika melahirkan Portgas D Ace. Merupakan satu-satunya penyandang D yg wanita.
http://images.wikia.com/onepiece/images/9/90/Rouge.png

8. Portgas D Ace, kapten divisi 2 Whitebeard yg dijuluki Ace si Tinju Api serta anak dari Gold D Roger & Portgas D Rouge. Mati karena melindungi adiknya Monkey D Luffy dari serangan Laksamana Akainu.
http://www.onepiecehq.com/images/gallery/portgas_d__acei6ix.png

Karakter Berinisial D.

Beberapa adegan dlm One Piece yg membicarakan inisial D antara lain :
1. Ketika Dr. Kureha menjelaskan arti inisial D pada Gold D Roger mempunyai kesamaan dgn Monkey D Luffy. Pada akhirnya Dr Kureha berbicara kpda Dalton bahwa Chopper baru saja bergabung dgn orang yg sangat berbahaya
2. Inisial D juga dibicarakan oleh Nico Robin kepada Gan Forr di Pulau Skypiea ketika orang pulau langit menemukan Lonceng Emas yg tersangkut. Gan Forr berpendapat bahwa Luffy memiliki kesamaan sifat dgn Raja Bajak Laut yg pernah berkunjung ke pulau langit.
3. Nico Robin berusaha menanyakan kembali arti inisial D kepada Silvers Rayleigh yg berhubungan dgn Void Century. Rayleigh tidak menjawab tentang arti nama D, tetapi menjelaskan bahwa kru Oro Jackson ( Gold D Roger ) hanya mencari sejarah tentang Void Century. Ketika Rayleigh menawarkan akan menjelaskan arti nama D, Robin menolak & akan berusaha menemukan jawabannya sendiri.
4. Jaguar D Saul selaku penyandang inisial D jg pernah mengatakan bahwa dia sendiri jg tidak mengetahui arti inisial D, dia hanya menjelaskan bahwa semua marga keluarga menggunakan inisial D yg sama.

Dari semua adegan dlm One Piece tsb didapat fakta bahwa semua penyandang D pada dasarnya memiliki keluarga yg jg menyandang gelar D. Selain itu bnyak yg mengatakan bahwa inisial D jg diwariskan kpd keturunannya secara terus-menerus. Contohnya :
1. Monkey D Luffy mempunyai ayah seorang tokoh revolusioner Monkey D Dragon & kakek seorang perwira tinggi angkatan laut Monkey D Garp.
2. Monkey D Luffy mempunyai kakak yg diadopsi oleh kakeknya yaitu Portgas D Ace. Portgas D Ace sendiri memiliki ayah Gold D Roger & ibu Portgas D Rouge.

Fakta lebih jauh bahwa para penyandang D bisa bertahan lebih lama setelah mengalami suatu pertempuran/hukuman. Mereka tidak pernah menyerah selama tujuannya belum tercapai, mereka hanya menyerah kepada kematian jika percaya bahwa kematian tsb merupakan takdirnya. Selain itu para penyandang D seringkali tersenyum atau tidak takut ketika kematian menghampirinya. Reaksi para penyandang D ketika menghadapi kematian antara lain
1. Beberapa saksi menyebutkan Gold D Roger tersenyum ketika akan menghadapi eksekusi.
2. 22 tahun kemudian, Smoker melihat Monkey D Luffy tertawa ketika Buggy akan mengeksekusinya di Logue Town.
3. Nico Robin melihat Jaguar D Saul tertawa ketika akan mati karena membeku.
4. Portgas D Rouge terlihat tersenyum ketika memberi nama Ace pada anaknya sebelum menemui ajalnya.
5. Marshall D Teach pernah menunjukkan rasa takut ketika akan menghadapi kematian. Hal tsb terjadi di Marineford ketika Whitebeard akan menyerangnya. Marshall D Teach mulai panik & berkata dgn takut " Kamu tidak akan membunuh anakmu sendiri bukan ?" kepada Whitebeard.
Marshall D Teach merupakan satu-satunya penyandang D yg pernah menunjukkan rasa takut kpd kematian.

THE CONCEPT OF DEATH


Sebuah ciri khas yang unik dari ‘D’ adalah di dalam kematian. Mereka sering kali terlihat tersenyum lebar di saat-saat kematian mereka, seakan-akan mereka menerima saat tak mampu lagi untuk lolos dari kematian itu dan menunjukan ketidaktakutannya menghadapi kematian. Reaksi banyak karakter yang menjadi saksi semua itu sering kali terkejut atau tidak percaya karena sulit dibayangkan seseorang tidak merasa ketakutan akan kematian. Sejauh ini kejadian unik tersebut telah terlihat sekitar enam kali:
  • Monkey D. Luffy tertawa saat perahu pertamanya masuk ke dalam pusaran air
  • Gol D. Roger ternsenyum di saat eksekusinya
  • Smoker menyaskisan Monkey D. Luffy tersenyum dengan cara yang sama seperti Gol D. Roger saat Buggy hampir saja membunuhnya
  • Nico Robin juga menyaksikan Jaguar D. Saul tertawa dan tersenyum saat dibekukan oleh Aokiji
  • Portgas D. Rouge terlihat tersenyum saat menamakan anaknya Ace sesaat sebelum kematiaanya karena melahirkan
  • Ace tersenyum setelah berpamitan dan menyampaikan kata-kata terakhirnya kepada Luffy di Marineford.
Kejadian-kejadian yang memberikan ciri khas bagi pemegang-pemegan nama D. yanga da di One Piece. Namun begitu, pemegan nama D yang kontroversional, Marshall D. Teach, telah dikatakan bahwa dia bukanlah pewaris will of D oleh Wihtebeard. Marga D dalam Marshall seakan berbeda dengan marga D. dalam nama keluarga lain. Dilihat dari konsep kematiannya, bahkan Blackbeard saat hampir terbunuh oleh Whitebeard dia meminta ampun seperti maling yang tertangkap basah. Dia menjilat Whitebeard dengan memelas dan merendahkan dirinya, sungguh bukanlah D sejati yang notabene menerima limitasi dan mengahadapinya dengan senyuman, bukan dengan licik.

Kisah arti inisial “D” dalam onepiece (Will of the D.)

Di dalam dunia khayalan One Piece, beberapa karakter memiliki inisial tengah “D”. Misteri insial tengah ini disebut oleh beberapa karakter dalam One Piece sebagai  “Will of the D” atau “D’s will”

Belum jelas apa arti dari inisial tengah itu, tetapi kesamaan di antara mereka menunjukan kesamaan terhadap keyakinan akan mimpi dan atau takdir. terlebih lagi, mereka terlihat mampu mengahadapi siksaan yang luar biasa di dalam pertarungan dan hanya akan menyerah apabila mereka tahu bahwa tidak ada jalan lagi untuk menghadapinya.
Di rubrik diskusi SBS, Oda ditanya apa kepanjangan dari ‘D’ dalam Monkey D. Luffy. Oda hanya menjawab untuk hanya membacanya sebagai huruf D untuk sekarang ini dan kebenaran ini akan terungkap seiring berjalannya waktu. Itulah pertama kalinya inisial ‘D’ Luffy diangkat ke permukaan, dan Isyarat pertama Oda akan misteri yang lebih besar.
Dalam storyline, dr. Kureha lah yang pertama kali menyebutkan “will of D” dan diungkapkannya pula bahwa nama asli dari Gold Roger (raja bajak laut) adalah Gol D. Roger.
Jadi masih ada… The will of D.
Dr. Kureha Membicarakan tentang Luffy dengan Dalton
Belakangan ini, Robin mencoba bertanya kepada Rayleigh mengenai apa sebenarnya The will of the D dan abad kekosongan (masa yang sangat dirahasiakan oleh World Goverment). Ketika Rayleigh belum menjawab apa kepanjangan dari D, ia mengungkapkan bahwa kelompok bajak laut Joly Roger (Gol D. Roger cs) telah mengungkap kejelasan dari abad kekosongan, tetapi saat dia menawarkan untuk menjelaskan kepada Robin, Robin memutuskan untuk mengungkapkan rahasia itu dengan tangannya sendiri.
KELUARGA
Satu pentunjuk mengenai mereka yang membawa inisial D ditinggalkan oleh Jaguar D. Saul yang secara jelas mengatakan walaupun ia tidak tahu arti dari inisial itu, dia mengatakan bahwa setiap keluarganya membawa nama itu.
Sejauh ini, sepertinya setiap ‘D’ berhubungan satu sama lain. Luffy memiliki kakek yang merupakan wakil admiral angkatan laut bernama panjang Monkey D. Garp. Luffy juga anak dari sang revolusioner Monkey D. Dragon.In addition, kakak angkat Luffy, Portgas D. Ace, telah diungkapkan memiliki hubungan darah dengan Gol D. Roger dan Portgas D. Rouge.
Sosok miterius dan yang sangat dibicarakan pasca ditahannya Ace ke Impel Down adalah Marshall. Ketika Blackbeard yang merupakan pemegang D dalam namanya berkelahi dengan Whitebeard, Whitebeard teringat dengan masa lalunya ketika ia berbincang dengan Gol D. Roger. Ternyata pada awalnya Whitebeard pun tidak mengetahui kejelasan dari D., akhirnya ia bertanya kepada Roger mengenai hal itu. Setelah mengtahui semuanya, ternyata Whitebeard berkata bahwa Marshall D. Teach “Blackbeard” bukanlah seseorang yang mewarisi will of D. dan Whitebeard menunjuk Luffy sebagai harapan will of D. di masa depan. Nama Marshall memang masih sangat misterius kejelasannya. Pendahulu-pendahulu nama Marshall itu pun tidak jelas kontrubusinya terhadap dunia. Maka kerpdibadian D. yanga da pada nama Marshall, khususnya Blackbeard, dirasa berbeda dengan will of D lain.
Nama keluarga yang diketahui
  • Monkey
  • Gol
  • Marshall
  • Jaguar
  • Portgas
  
Monkey D. Luffy   Monkey D. Dragon   Monkey D. Garp
  
Gol D. Roger   Portgas D. Rouge   Portgas D. Ace
 
Marshall D. Teach   Jaguar D. Saul

NABI MUHAMMAD SAW

Pada waktu umat manusia dalam kegelapan dan suasana jahiliyyah, lahirlah seorang bayi pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Makkah. Bayi yang dilahirkan bakal membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban manusia. Bapa bayi tersebut bernama Abdullah bin Abdul Mutallib yang telah wafat sebelum baginda dilahirkan iaitu sewaktu baginda 7 bulan dalam kandungan ibu. Ibunya bernama Aminah binti Wahab. Kehadiran bayi itu disambut dengan penuh kasih sayang dan dibawa ke ka'abah, kemudian diberikan nama Muhammad, nama yang belum pernah wujud sebelumnya.

Selepas itu Muhammad disusukan selama beberapa hari oleh Thuwaiba, budak suruhan Abu Lahab sementara menunggu kedatangan wanita dari Banu Sa'ad. Adat menyusukan bayi sudah menjadi kebiasaan bagi bangsawan-bangsawan Arab di Makkah. Akhir tiba juga wanita dari Banu Sa'ad yang bernama Halimah bin Abi-Dhuaib yang pada mulanya tidak mahu menerima baginda kerana Muhammad seorang anak yatim. Namun begitu, Halimah membawa pulang juga Muhammad ke pedalaman dengan harapan Tuhan akan memberkati keluarganya. Sejak diambilnya Muhammad sebagai anak susuan, kambing ternakan dan susu kambing-kambing tersebut semakin bertambah. Baginda telah tinggal selama 2 tahun di Sahara dan sesudah itu Halimah membawa baginda kembali kepada Aminah dan membawa pulang semula ke pedalaman.

Kisah Dua Malaikat dan Pembedahan Dada Muhammad

Pada usia dua tahun, baginda didatangi oleh dua orang malaikat yang muncul sebagai lelaki yang berpakaian putih. Mereka bertanggungjawab untuk membedah Muhammad. Pada ketika itu, Halimah dan suaminya tidak menyedari akan kejadian tersebut. Hanya anak mereka yang sebaya menyaksikan kedatangan kedua malaikat tersebut lalu mengkhabarkan kepada Halimah. Halimah lantas memeriksa keadaan Muhammad, namun tiada kesan yang aneh ditemui.

Muhammad tinggal di pedalaman bersama keluarga Halimah selama lima tahun. Selama itu baginda mendapat kasih sayang, kebebasan jiwa dan penjagaan yang baik daripada Halimah dan keluarganya. Selepas itu baginda dibawa pulang kepada datuknya Abdul Mutallib di Makkah.

Datuk baginda, Abdul Mutallib amat menyayangi baginda. Ketika Aminah membawa anaknya itu ke Madinah untuk bertemu dengan saudara-maranya, mereka ditemani oleh Umm Aiman, budak suruhan perempuan yang ditinggalkan oleh bapa baginda. Baginda ditunjukkan tempat wafatnya Abdullah serta tempat dia dikuburkan.

Sesudah sebulan mereka berada di Madinah, Aminah pun bersiap sedia untuk pulang semula ke Makkah. Dia dan rombongannya kembali ke Makkah menaiki dua ekor unta yang memang dibawa dari Makkah semasa mereka datang dahulu. Namun begitu, ketika mereka sampai di Abwa, ibunya pula jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia lalu dikuburkan di situ juga.
Muhammad dibawa pulang ke Makkah oleh Umm Aiman dengan perasaan yang sangat sedih. Maka jadilah Muhammad sebagai seorang anak yatim piatu. Tinggallah baginda dengan datuk yang dicintainya dan bapa-bapa saudaranya.

"Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk" (Surah Ad-Dhuha, 93: 6-7)

Abdul Mutallib Wafat

Kegembiraannya bersama datuk baginda tidak bertahan lama. Ketika baginda berusia lapan tahun, datuk baginda pula meninggal dunia. Kematian Abdul Mutallib menjadi satu kehilangan besar buat Bani Hashim. Dia mempunyai keteguhan hati, berwibawa, pandangan yang bernas, terhormat dan berpengaruh dikalangan orang Arab. Dia selalu menyediakan makanan dan minuman kepada para tetamu yang berziarah dan membantu penduduk Makkah yang dalam kesusahan.

Muhammad diasuh oleh Abu Talib

Selepas kewafatan datuk baginda, Abu Talib mengambil alih tugas bapanya untuk menjaga anak saudaranya Muhammad. Walaupun Abu Talib kurang mampu berbanding saudaranya yang lain, namun dia mempunyai perasaan yang paling halus dan terhormat di kalangan orang-orang Quraisy.Abu Talib menyayangi Muhammad seperti dia menyayangi anak-anaknya sendiri. Dia juga tertarik dengan budi pekerti Muhammad yang mulia.

Pada suatu hari, ketika mereka berkunjung ke Syam untuk berdagang sewaktu Muhammad berusia 12 tahun, mereka bertemu dengan seorang rahib Kristian yang telah dapat melihat tanda-tanda kenabian pada baginda. Lalu rahib tersebut menasihati Abu Talib supaya tidak pergi jauh ke daerah Syam kerana dikhuatiri orang-orang Yahudi akan menyakiti baginda sekiranya diketahui tanda-tanda tersebut. Abu Talib mengikut nasihat rahib tersebut dan dia tidaak banyak membawa harta dari perjalanan tersebut. Dia pulang segera ke Makkah dan mengasuh anak-anaknya yang ramai. Muhammad juga telah menjadi sebahagian dari keluarganya. Baginda mengikut mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dan mendengar sajak-sajak oleh penyair-penyair terkenal dan pidato-pidato oleh penduduk Yahudi yang anti Arab.

Baginda juga diberi tugas sebagai pengembala kambing. Baginda mengembala kambing keluarganya dan kambing penduduk Makkah. Baginda selalu berfikir dan merenung tentang kejadian alam semasa menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu baginda jauh dari segala pemikiran manusia nafsu manusia duniawi. Baginda terhindar daripada perbuatan yang sia-sia, sesuai dengan gelaran yang diberikan iaitu "Al-Amin".

Selepas baginda mula meningkat dewasa, baginda disuruh oleh bapa saudaranya untuk membawa barang dagangan Khadijah binti Khuwailid, seorang peniaga yang kaya dan dihormati. Baginda melaksanakan tugasnya dengan penuh ikhlas dan jujur. Khadijah amat tertarik dengan perwatakan mulia baginda dan keupayaan baginda sebagai seorang pedagang. Lalu dia meluahkan rasa hatinya untuk berkahwin dengan Muhammad yang berusia 25 tahun ketika itu. Wanita bangsawan yang berusia 40 tahun itu sangat gembira apabila Muhammad menerima lamarannya lalu berlangsunglah perkahwinan mereka berdua. Bermulalah lembaran baru dalam hidup Muhammad dan Khadijah sebagai suami isteri.
Turunnya Wahyu Pertama

Pada usia 40 tahun, Muhammad telah menerima wahyu yang pertama dan diangkat sebagai nabi sekelian alam. Ketika itu, baginda berada di Gua Hira' dan sentiasa merenung dalam kesunyian, memikirkan nasib umat manusia pada zaman itu. Maka datanglah Malaikat Jibril menyapa dan menyuruhnya membaca ayat quran yang pertama diturunkan kepada Muhammad.

"Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan" (Al-'Alaq, 96: 1)

Rasulullah pulang dengan penuh rasa gementar lalu diselimuti oleh Khadijah yang cuba menenangkan baginda. Apabila semangat baginda mulai pulih, diceritakan kepada Khadijah tentang kejadian yang telah berlaku.

Kemudian baginda mula berdakwah secara sembunyi-sembunyi bermula dengan kaum kerabatnya untuk mengelakkan kecaman yang hebat daripada penduduk Makkah yang menyembah berhala. Khadijah isterinya adalah wanita pertama yang mempercayai kenabian baginda. Manakala Ali bin Abi Talib adalah lelaki pertama yang beriman dengan ajaran baginda.Dakwah yang sedemikian berlangsung selama tiga tahun di kalangan keluarganya sahaja.
Dakwah Secara Terang-terangan

Setelah turunnya wahyu memerintahkan baginda untuk berdakwah secara terang-terangan, maka Rasulullah pun mula menyebarkan ajaran Islam secara lebih meluas.

"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik." (Al-Hijr, 15:94)

Namun begitu, penduduk Quraisy menentang keras ajaran yang dibawa oleh baginda. Mereka memusuhi baginda dan para pengikut baginda termasuk Abu Lahab, bapa saudara baginda sendiri. Tidak pula bagi Abu Talib, dia selalu melindungi anak saudaranya itu namun dia sangat risau akan keselamatan Rasulullah memandangkan tentangan yang hebat dari kaum Quraisy itu. Lalu dia bertanya tentang rancangan Rasulullah seterusnya. Lantas jawab Rasulullah yang bermaksud:

"Wahai bapa saudaraku, andai matahari diletakkan diletakkan di tangan kiriku dan bulan di tangan kananku, agar aku menghentikan seruan ini, aku tidak akan menghentikannya sehingga agama Allah ini meluas ke segala penjuru atau aku binasa kerananya"

Baginda menghadapi pelbagai tekanan, dugaan, penderitaan, cemuhan dan ejekan daripada penduduk-penduduk Makkah yang jahil dan keras hati untuk beriman dengan Allah. Bukan Rasulullah sahaja yang menerima tentangan yang sedemikian, malah para sahabatnya juga turut merasai penderitaan tersebut seperti Amar dan Bilal bin Rabah yang menerima siksaan yang berat.
Wafatnya Khadijah dan Abu Talib

Rasulullah amat sedih melihat tingkahlaku manusia ketika itu terutama kaum Quraisy kerana baginda tahu akan akibat yang akan diterima oleh mereka nanti. Kesedihan itu makin bertambah apabila isteri kesayangannya wafat pada tahun sepuluh kenabiaannya. Isteri bagindalah yang tidak pernah jemu membantu menyebarkan Islam dan mengorbankan jiwa serta hartanya untuk Islam. Dia juga tidak jemu menghiburkan Rasulullah di saat baginda dirundung kesedihan.

Pada tahun itu juga bapa saudara baginda Abu Talib yang mengasuhnya sejak kecil juga meninggal dunia. Maka bertambahlah kesedihan yang dirasai oleh Rasulullah kerana kehilangan orang-orang yang amat disayangi oleh baginda.
Hijrah Ke Madinah

Tekanan orang-orang kafir terhadap perjuangan Rasulullah semakin hebat selepas kepergian isteri dan bapa saudara baginda. Maka Rasulullah mengambil keputusan untuk berhijrah ke Madinah berikutan ancaman daripada kafir Quraisy untuk membunuh baginda.

Rasulullah disambut dengan meriahnya oleh para penduduk Madinah. Mereka digelar kaum Muhajirin manakala penduduk-penduduk Madinah dipanggil golongan Ansar. Seruan baginda diterima baik oleh kebanyakan para penduduk Madinah dan sebuah negara Islam didirikan di bawah pimpinan Rasulullas s.a.w sendiri.
Negara Islam Madinah

Negara Islam yang baru dibina di Madinah mendapat tentangan daripada kaum Quraisy di Makkah dan gangguan dari penduduk Yahudi serta kaum bukan Islam yang lain. Namun begitu, Nabi Muhammad s.a.w berjaya juga menubuhkan sebuah negara Islam yang mengamalkan sepenuhnya pentadbiran dan perundangan yang berlandaskan syariat Islam. Baginda dilantik sebagai ketua agama, tentera dan negara. Semua rakyat mendapat hak yang saksama. Piagam Madinah yang merupakan sebuah kanun atau perjanjian bertulis telah dibentuk. Piagam ini mengandungi beberapa fasal yang melibatkan hubungan antara semua rakyat termasuk kaum bukan Islam dan merangkumi aspek politik, sosial, agama, ekonomi dan ketenteraan. Kandungan piagam adalah berdasarkan wahyu dan dijadikan dasar undang-undang Madinah.

Islam adalah agama yang mementingkan kedamaian. Namun begitu, aspek pertahanan amat penting bagi melindungi agama, masyarakat dan negara. Rasulullah telah menyertai 27 kali ekspedisi tentera untuk mempertahan dan menegakkan keadilan Islam. Peperangan yang ditempuhi baginda ialah Perang Badar (623 M/2 H), Perang Uhud (624 M/3 H), Perang Khandak (626 M/5 H) dan Perang Tabuk (630 M/9 H). Namun tidak semua peperangan diakhiri dengan kemenangan.

Pada tahun 625 M/ 4 Hijrah, Perjanjian Hudaibiyah telah dimeterai antara penduduk Islam Madinah dan kaum Musyrikin Makkah. Maka dengan itu, negara Islam Madinah telah diiktiraf. Nabi Muhammad s.a.w. juga telah berjaya membuka semula kota Makkah pada 630 M/9 H bersama dengan 10 000 orang para pengikutnya.

Perang terakhir yang disertai oleh Rasulullah ialah Perang Tabuk dan baginda dan pengikutnya berjaya mendapat kemenangan. Pada tahun berikutnya, baginda telah menunaikan haji bersama-sama dengan 100 000 orang pengikutnya. Baginda juga telah menyampaikan amanat baginda yang terakhir pada tahun itu juga. Sabda baginda yang bermaksud:

"Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahawa Tuhan kamu Maha Esa dan kamu semua adalah daripada satu keturunan iaitu keturunan Nabi Adam a.s. Semulia-mulia manusia di antara kamu di sisi Allah s.w.t. ialah orang yang paling bertakwa. Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara dan kamu tidak akan sesat selama-lamanya selagi kamu berpegang teguh dengan dua perkara itu, iaitu kitab al-Quran dan Sunnah Rasulullah."
Wafatnya Nabi Muhammad s.a.w

Baginda telah wafat pada bulan Jun tahun 632 M/12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah. Baginda wafat setelah selesai melaksanakan tugasnya sebagai rasul dan pemimpin negara. Baginda berjaya membawa manusia ke jalan yang benar dan menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab, berilmu dan berkebolehan. Rasulullah adalah contoh terbaik bagi semua manusia sepanjang zaman.

Nabi Isa AS


Seorang lagi Nabi Allah yang diceritakan dari kecil di dalam al-Qur'an ialah Isa. Baginda diutus kepada kaum Bani Israil dengan kitab Injil yang diturunkan sebelum al-Qur'an.
Di dalam al-Qur'an, Nabi Isa disebut dengan empat panggilan iaitu Isa,Isa putera Mariam, putera Mariam, dan al-Masih.
Ibunya seorang yang sangat dimuliakan Allah. Dia memilihnya di atas semua perempuan di semua alam. Firman-Nya, "Dan ketika malaikat-malaikat berkata, 'Wahai Mariam, Allah memilih kamu, dan membersihkan kamu, dan Dia memilih kamu di atas semua perempuan di semua alam'" (3:42).
Mariam, ibu Nabi Isa, telah menempuh satu ujian yang amat berat daripada Allah. Dia dipilih untuk melahirkan seorang Nabi dengan tanpa disentuh oleh seseorang lelaki. Dia adalah seorang perempuan yang suci.
Kelahiran
Kelahiran Nabi Isa merupakan suatu mukjizat kerana dilahirkan tanpa bapa. Kisahnya diceritakan di dalam al-Qur'an. Di sini, ceritanya bermula dari kunjungan malaikat kepada Mariam atas perintah Allah. Ketika itu, malaikat menyerupai manusia dengan tanpa cacat. Kemunculan malaikat membuat Mariam menjadi takut lalu berkata,
"Aku berlindung pada Yang Pemurah daripada kamu, jika kamu bertakwa (takut kepada Tuhan)!'
Dia (malaikat) berkata, 'Aku hanyalah seorang rasul yang datang daripada Pemelihara kamu, untuk memberi kamu seorang anak lelaki yang suci.'" (19:18-19)
Pada ayat yang lain, diceritakan bahawa malaikat yang datang itu telah memberi nama kepada putera yang bakal dilahirkan. Nama itu diberi oleh Allah, dan dia (Isa) akan menjadi terhormat di dunia dan akhirat sambil berkedudukan dekat dengan Tuhan. Ayatnya berbunyi:
"Wahai Mariam, Allah menyampaikan kepada kamu berita gembira dengan satu Kata daripada-Nya, yang namanya al-Masih, Isa putera Mariam, terhormat di dunia dan di akhirat, daripada orang-orang yang didekatkan." (3:45)
Kemudian Mariam bertanya,
"Bagaimanakah aku akan ada seorang anak lelaki sedang tiada seorang manusia pun menyentuhku, dan bukan juga aku seorang jalang?" (19:20)
Malaikat menjawab,
"Dia (Allah) berkata, 'Begitulah; Pemelihara kamu telah berkata, 'Itu mudah bagi-Ku; dan supaya Kami membuat dia satu ayat (tanda) bagi manusia, dan satu pengasihan daripada Kami; ia adalah perkara yang telah ditentukan'" (19:21).
Maka lahirlah Isa putera Mariam lebih enam ratus tahun sebelum Nabi Muhammad dilahirkan. Allah membuat Nabi Isa dan ibunya satu ayat (tanda) bagi manusia, iaitu tanda untuk menunjukkan kebesaran-Nya (23:50).
Allah juga menyatakan bahawa Nabi Isa adalah seperti Adam, walaupun Adam diwujudkan tanpa ibu dan bapa. Kesamaan mereka berdua adalah pada ciptaan. Kedua-duanya dicipta daripada tanah (3:59). Itu menunjukkan mereka adalah manusia biasa, kerana manusia dicipta daripada tanah.
Kerasulan dan Kenabian
Isa adalah seorang Nabi dan juga seorang Rasul. Baginda dan beberapa orang rasul telah dilebihkan Allah daripada rasul-rasul lain. Ada yang Dia berkata-kata kepadanya, ada yang Dia menaikkan darjat, dan bagi Isa, Dia memberi bukti-bukti yang jelas serta mengukuhkannya dengan Roh Suci. Firman-Nya:
"Dan rasul-rasul itu, sebahagian Kami melebihkan di atas sebahagian yang lain. Sebahagian ada yang kepadanya Allah berkata-kata, dan sebahagian Dia menaikkan darjat. Dan Kami memberikan Isa putera Mariam bukti-bukti yang jelas, dan Kami mengukuhkan dia dengan Roh Qudus (Suci)." (2:253)
Namun begitu, manusia dilarang oleh Allah untuk membeza-bezakan antara para rasul dan Nabi. Larangan itu berbunyi,
"Katakanlah, 'Kami percaya kepada Allah, dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, dan Ismail, dan Ishak, dan Yaakub, dan puak-puak, dan apa yang diberi kepada Musa, dan Isa, dan apa yang diberi kepada Nabi-Nabi daripada Pemelihara mereka. Kami tidak membeza-bezakan seorang pun antara mereka, dan kepada-Nya kami muslim.'" (2:136)
Akibat membeza-bezakan Nabi atau Rasul dapat dilihat pada hari ini, iaitu Nabi Isa dipercayai oleh sesetengah pihak sebagai Tuhan atau anak Tuhan, dan Nabi Muhammad, dianggap macam Tuhan, yang berhak membuat hukum agama.
Ajaran
Oleh kerana Isa seorang Nabi baginda diberi sebuah Kitab, Injil, yang mengandungi petunjuk dan cahaya untuk menjadi pegangan Bani Israil. Selain menyuruh Bani Israil menyembah Allah dengan mentaati Injil, baginda mengesahkan kitab Taurat yang diturunkan sebelumnya. Dua firman Allah menjelaskannya di sini, berbunyi:
"Dan Kami mengutus, menyusuli jejak-jejak mereka, Isa putera Mariam, dengan mengesahkan Taurat yang sebelumnya; dan Kami memberinya Injil, di dalamnya petunjuk dan cahaya," (5:46) dan,
"Aku (Isa) hanya mengatakan kepada mereka apa yang Engkau memerintahkan aku dengannya: 'Sembahlah Allah, Pemelihara aku dan Pemelihara kamu.'" (5:117)
Turut disebut di dalam Injil (dan Taurat) ialah berita mengenai kedatangan seorang Nabi berbangsa Arab, atau ummiy (7:157), dan janji dikurniakan Taman atau Syurga bagi orang-orang yang berperang di jalan Allah (9:111). Janji itu juga didapati di dalam Taurat dan al-Qur'an.
Ketika baginda diutus, manusia sedang berselisih dalam hal agama. Maka kedatangannya adalah juga untuk memperjelaskan apa yang diperselisihkan. Firman Allah:
"dia (Isa) berkata, 'Aku datang kepada kamu dengan kebijaksanaan, dan supaya aku memperjelaskan kepada kamu sebahagian apa yang dalamnya kamu memperselisihkan; maka kamu takutilah Allah, dan taatlah kepadaku.'" (43:63)
Baginda juga memberitahu tentang kedatangan seorang rasul selepas baginda, yang namanya akan dipuji. Ayat yang mengisahkannya berbunyi:
"Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku (Isa) rasul Allah kepada kamu, mengesahkan Taurat yang sebelum aku, dan memberi berita gembira dengan seorang rasul yang akan datang selepas aku, namanya ahmad (dipuji).” (61:6)
Pengikut setia
Seperti Nabi atau Rasul yang lain, baginda mempunyai pengikut-pengikut yang setia dan juga yang tidak setia atau yang menentang. Pengikut-pengikutnya yang setia percaya kepada Allah dan kepadanya. Mereka adalah muslim. Firman Allah:
"Dan ketika Aku mewahyukan pengikut-pengikut yang setia, 'Percayalah kepada-Ku, dan rasul-Ku'; mereka berkata, 'Kami percaya, dan saksilah Engkau akan kemusliman kami.'" (5:111)
Pengikut-pengikut yang setia pula menjadi penolong-penolong, bukan baginya tetapi bagi Allah. Firman-Nya:
"Berkatalah pengikut-pengikutnya yang setia, 'Kami akan menjadi penolong-penolong Allah; kami percaya kepada Allah, dan saksilah kamu akan kemusliman kami.'" (3:52)
Begitu juga bagi pengikut-pengikut setia Nabi-Nabi lain, termasuk Muhammad. Semuanya menjadi penolong-penolong Allah, untuk melaksana dan menyampaikan mesej-Nya. Firman Allah:
"Wahai orang-orang yang percaya, jadilah kamu penolong-penolong Allah, sebagaimana Isa putera Mariam berkata kepada pengikut-pengikut yang setia, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolong aku bagi Allah?' Pengikut-pengikut yang setia berkata, 'Kami akan menjadi penolong-penolong Allah.'" (61:14)
Walau bagaimana pun, pengikut-pengikut Nabi Isa yang setia memerlukan bukti selanjut untuk megesahkan kebenarannya dan supaya hati mereka menjadi tenteram. Untuk itu mereka memohon sebuah meja hidangan dari langit. Kisahnya berbunyi begini:
"Dan apabila pengikut-pengikut yang setia berkata, 'Wahai Isa putera Mariam, bolehkah Pemelihara kamu menurunkan kepada kami sebuah meja hidangan dari langit?'
Dia (Isa) berkata, 'Kamu takutilah Allah, jika kamu orang-orang mukmin.'
Mereka berkata, 'Kami menghendaki untuk memakan daripadanya, dan hati kami menjadi tenteram, supaya kami mengetahui bahawa kamu berkata benar kepada kami, dan supaya kami adalah antara para saksinya.'" (5:112-113)
Justeru itu, Isa memohon kepada Allah,
"Ya Allah, Pemelihara kami, turunkanlah kepada kami sebuah meja hidangan dari langit, yang akan menjadi bagi kami satu perayaan, yang pertama dan yang akhir bagi kami, dan satu ayat (tanda) daripada Engkau. Dan berilah rezeki untuk kami; Engkau yang terbaik daripada pemberi-pemberi rezeki." (5:114)
Allah mengabulkan permintaannya. Lantas, meja hidangan yang turun menjadi satu lagi mukjizat bagi Nabi Isa. Dan ia juga menjadi nama sebuah surah di dalam al-Qur'an, iaitu surah kelima, al-Maidah.
Mukjizat
Selain daripada kelahiran yang luar biasa dan meja hidangan, Nabi Isa telah dikurniakan dengan beberapa mukjizat lain. Ayat berikut menjelaskannya:
"Ketika Allah berkata, 'Wahai Isa putera Mariam, ingatlah akan rahmat-Ku ke atas kamu, dan ke atas ibu kamu, apabila Aku mengukuhkan kamu dengan Roh Qudus (Suci), untuk berkata-kata kepada manusia di dalam buaian dan setelah dewasa ..... dan apabila kamu mencipta daripada tanah liat, dengan izin-Ku, yang seperti bentuk burung, dan kamu menghembuskan ke dalamnya, lalu jadilah ia seekor burung, dengan izin-Ku, dan kamu menyembuhkan orang buta, dan orang sakit kusta, dengan izin-Ku, dan kamu mengeluarkan orang yang mati, dengan izin-Ku' ..... lalu orang-orang yang tidak percaya antara mereka berkata, 'Tiadalah ini, melainkan sihir yang nyata.'" (5:110)
Walaupun Nabi Muhammad hanya diberi satu mukjizat, manusia ditegah daripada berkata bahawa Nabi Isa adalah lebih mulia daripada Nabi Muhammad. Kerana, seperti yang sudah maklum, amalan membeza-beza para Nabi dan Rasul dilarang Allah. (Sila rujuk Tidak Mempercayai Mukjizat Nabi?)
Wafat
Tidak seperti kepercayaan sesetengah orang iaitu Nabi Isa tidak wafat semasa disalib tetapi diangkat naik ke langit. Sebenarnya, Nabi Isa telah wafat di bumi, namun bukan disalib. Baginda telah wafat selepas peristiwa penyaliban ke atasnya di sebuah tempat lain yang tidak diceritakan di dalam al-Qur'an. Besar kemungkinan baginda telah melarikan diri dari tempat baginda dijatuhkan hukum.
Bukti yang menunjukkan baginda telah wafat di bumi terdapat pada ayat-ayat berikut:
"Apabila Allah berkata, 'Wahai Isa, Aku akan mematikan kamu, dan menaikkan kamu kepada-Ku, dan Aku membersihkan kamu daripada orang-orang yang tidak percaya .....'" (3:55)
"Dan aku (Isa) seorang saksi ke atas mereka selama aku di kalangan mereka; tetapi setelah Engkau mematikan aku, Engkau Sendiri adalah penjaga ke atas mereka; Engkau saksi atas segala sesuatu." (5:117)
Akan tetapi, sebahagian daripada kaum Bani Israil mengatakan bahawa mereka telah membunuhnya disalib. Allah mengatakan yang sebaliknya pula. Apa yang berlaku hanya satu kesamaan sahaja. Firman-Nya:
"ucapan mereka, 'Kami telah membunuh al-Masih, Isa putera Mariam, rasul Allah.' Tetapi mereka tidak membunuhnya, dan tidak juga menyalibnya, tetapi hanya satu kesamaan yang ditunjukkan kepada mereka. Orang-orang yang berselisih mengenainya benar-benar dalam keraguan terhadapnya; mereka tidak ada pengetahuan mengenainya, kecuali mengikuti sangkaan; mereka tidak membunuhnya, yakinlah." (4:157)
Telah wujud lagi kepercayaan terhadap Nabi Isa yang tidak disahkan Allah di dalam al-Qur'an, iaitu baginda akan muncul lagi di bumi buat kali kedua. Itu tidak benar. (Sila rujuk artikel Menanya Ustaz: kedatangan Imam Mahadi & Nabi Isa dan Imam Mahadi di ruangan Soalan Lazim. Terima kasih.)
Terpesong
Setelah Isa wafat, beberapa perkara telah berlaku. Pertama, orang-orang yang mengaku pengikut baginda telah menubuhkan sistem berahib, atau berpaderi, atau sistem berulama dalam agama. Sistem itu tidak dianjurkan oleh Allah. Firman-Nya:
"Dan rahbaniyah (sistem berahib) yang mereka reka - Kami tidak menuliskan (menetapkan) untuk mereka" (57:27).
Kemudian, antara mereka bersetuju untuk mengangkat Nabi Isa sebagai Tuhan atau anak Tuhan, mungkin kerana kelahiran yang luar biasa dan mukjizat-mukjizatnya. Mereka yang berbuat demikian telah terpesong dalam kepercayaan lalu menjadi kafir. Firman-Nya:
"Merekalah orang-orang yang tidak percaya (kafir), yang berkata, 'Sesungguhnya Allah, Dia ialah al-Masih putera Mariam'" (5:17), dan
"orang-orang Kristian berkata, 'Al-Masih ialah putera Allah.' Itu adalah ucapan daripada mulut mereka, menurut ucapan orang-orang yang tidak percaya sebelum mereka. Allah memerangi mereka! Bagaimanakah mereka dipalingkan?" (9:30)
Satu bukti telah didatangkan Allah untuk menunjukkan kepalsuan kepercayaan mereka. Buktinya adalah pada amalan memakan makanan, berbunyi:
"Al-Masih, putera Mariam, hanyalah seorang rasul; rasul-rasul sebelum dia telah berlalu. Ibunya seorang wanita yang benar; mereka berdua makan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami memperjelaskan ayat-ayat kepada mereka, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling." (5:75)
Nabi Isa dan ibunya makan makanan. Tetapi Tuhan tidak makan. Kalau Dia makan tentu Dia mempunyai sebuah "pintu kecil" untuk mengeluarkan makanan yang tidak diperlukan lagi. Tuhan tidak ada pintu tersebut seperti yang terdapat di bahagian belakang badan manusia atau haiwan.
Sekiranya hujah itu disampaikan kepada orang-orang yang mempercayai Nabi Isa itu Tuhan atau anak-Nya, tentu mereka akan berpaling juga dan tetap dengan kepercayaan mereka. Begitulah manusia dengan kepercayaan agamanya. Mereka lupa menggunakan akal.
Akhirat
Kepercayaan serupa itu sungguh berat di sisi Allah sehingga Nabi Isa akan ditanya di akhirat. Baginda akan ditanya sama ada baginda telah menyatakan bahawa baginda dan ibunya adalah tuhan-tuhan selain daripada Allah. Pertanyaan-Nya berbunyi:
"Wahai Isa putera Mariam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, 'Ambillah aku dan ibuku sebagai tuhan-tuhan selain daripada Allah'?" (5:116)
Nabi Isa akan menjawab:
"Kepada Engkau sanjungan! Tiadalah bagiku untukku mengatakan apa yang aku tiada hak dengannya. Jika aku mengatakannya, Engkau mengetahuinya, dengan mengetahui apa yang di dalam jiwaku, dan aku tidak mengetahui apa yang di dalam jiwa Engkau; sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui yang ghaib." (5:116)
Jawapannya bersambung lagi:
"Aku hanya mengatakan kepada mereka apa yang Engkau memerintahkan aku dengannya: 'Sembahlah Allah, Pemelihara aku dan Pemelihara kamu.' Dan aku seorang saksi ke atas mereka selama aku di kalangan mereka; tetapi setelah Engkau mematikan aku, Engkau Sendiri adalah penjaga ke atas mereka; Engkau saksi atas segala sesuatu." (5:117)
Nabi Muhammad juga akan ditanya di akhirat atas sesuatu yang amat berat juga. Baginda ditanya mengenai sambutan kaumnya terhadap al-Qur'an. Jawapan baginda berbunyi:
"Wahai Pemeliharaku, sesungguhnya kaumku mengambil al-Qur'an ini sebagai suatu yang tidak dipedulikan." (25:30)
Itulah yang berlaku pada hari ini. Ajaran al-Qur'an tidak dipedulikan. Namun, masa masih ada untuk semua kembali kepada ajaran al-Qur'an.